Cakra Indonesia
NEWS TICKER

Tolak Dokter Asing di Indonesia Berujung Dekan FK Unair Dicopot Baca artikel detikjatim

Thursday, 4 July 2024 | 11:09 am
Reporter:
Posted by: admin
Dibaca: 64
Dekan FK Unair Prof Budi Santoso (Foto: Dok. Esti Widiyana/detikJatim)

Cakraindonesia.co.id, Surabaya – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER menolak rencana Kemenkes mendatangkan dokter asing di Indonesia. Pernyataan tersebut berbuntut panjang hingga ia dicopot dari jabatannya.
Prof Budi mengatakan, ia dipanggil Rektor Unair Prof Nasih pada Senin (1/7/2024). Pemanggilan itu usai dirinya berkomentar tidak setuju atau menolak rencana Menkes mendatangkan dokter asing ke tanah air.

“Iya benar (dihentikan dari jabatan Dekan FK Unair). Saya Senin dipanggil, saya dianggap salah melampaui kewenangan. Saya memang menyuarakan itu bahwa tidak setuju dengan dokter asing. Saya diminta mundur atau diproses,” kata Prof Budi saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (3/7/2024)

Kemudian pada Selasa (2/7/2024), Prof Budi diminta menghadap rektor, senat akademis, dan sekretaris universitas. Namun, ia tak bisa hadir karena sedang ada di Jakarta menjadi narasumber sebuah acara. Keesokan harinya ia mendapat informasi dirinya dicopot dari jabatan dekan FK Unair.

“Hari Rabu (3/7/2024) pagi, diberi tahu saya diberhentikan, suratnya sedang diproses. Jam 15.00 WIB, suratnya saya terima,” ujar Prof Budi.

Sementara pihak Unair membenarkan pencopotan Dekan FK Unair usai menolak rencana Kemenkes mendatangkan dokter asing. Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) Unair dr Martha Kurnia Kusumawardani SpKFR (K) membenarkan kabar tersebut.

“Terkait beredarnya pemberitaan tentang pemberhentian Dekan FK Unair di beberapa media sosial, dengan ini kami humas Universitas Airlangga menyatakan bahwa pemberitaan tersebut benar adanya,” ujar Martha dalam keterangan yang diterima detikJatim.

Martha mengatakan, alasan atau pertimbangan pimpinan Unair terkait pemberhentian ini merupakan kebijakan internal. Tepatnya untuk menerapkan tata kelola yang lebih baik guna penguatan kelembagaan khususnya di lingkungan FK Unair.

“Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K) atas semua pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut,” ujar Martha.

“Semoga Unair khususnya FK Unair terus menjadi Fakultas Kedokteran yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara Indonesia,” tambahnya.

Sebelumnya, Prof Budi merespons dengan tegas penolakan rencana Menkes Budi Gunadi Sadikin yang mendatangkan dokter asing ke tanah air. Prof Budi yakin 92 Fakultas Kedokteran di Indonesia mampu meluluskan dokter-dokter yang berkualitas. Bahkan, kualitasnya dia yakini tidak kalah dengan dokter-dokter asing.

“Secara pribadi dan institusi, kami dari fakultas kedokteran tidak setuju. Saya pikir semua dokter di Indonesia tidak rela kalau dokter asing bekerja di sini, karena kita mampu untuk memenuhi dan kita mampu menjadi dokter tuan rumah sendiri,” kata Prof Budi ditemui detikJatim di Kampus Unair A, Kamis (27/6/2024).

Pihaknya juga telah berupaya menyampaikan ke Kemenkes. Dia menyampaikan terkait kualitas dan jumlah dokter yang ada di tanah air mencukupi, sehingga tidak perlu mendatangkan dokter asing.

“Kami akan terus memperjuangkan ke Kemenkes bahwa kami tidak setuju. Saya sebagai institusi fakultas kedokteran tidak setuju untuk dokter asing,” pungkasnya.

Baca artikel detikjatim, “Tolak Dokter Asing di Indonesia Berujung Dekan FK Unair Dicopot” selengkapnya¬†https://www.detik.com/jatim/berita/d-7422045/tolak-dokter-asing-di-indonesia-berujung-dekan-fk-unair-dicopot.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

cakraindonesia.co.id Copyright 2020 ©. All Rights Reserved.