Cakra Indonesia
NEWS TICKER

Tim Pengendalian Inflasi Daerah Buton Sidak Pasar

Thursday, 11 January 2024 | 10:07 am
Reporter: Redaksi
Posted by: admin
Dibaca: 142
Cakraindonesia.co.id, Buton – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Asnawi Jamaluddin, S.Pd., M.Si. yang juga Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buton memimpin langsung Sidak Pasar bersama OPD terkait dan anggota TPID Kabupaten Buton. Sidak dilakukan di dua pasar di ibujota Kabupaten Buton, Pasar Kaloko, dan Pasar Shabo, Kecamatan Pasarwajo, Rabu, (10/1/2024)
 
Sidak Pasar dilakukan guna meninjau langsung 3 komoditi yang menyebabkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Buton hingga mencapai 3,31 yaitu ikan kembung, cabai, dan bawang merah.
 
Dimulai dari Pasar Kaloko yang terletak di Kelurahan Takimpo kemudian dilanjutkan ke Pasar Sabho di Kelurahan Saragi.
 
Setelah meninjau kedua Pasar tersebut Sekda bersama anggota TPID mengadakan pertemuan dengan pihak BPS Kabupaten Buton.
 
Pada pertemuan itu kembali dibahas mengenai Langkah-langkah yang akan ditempuh Pemkab Buton untuk mengendalikan harga komoditi yang mengalami peningkatan.
 
“Pemerintah harus melakukan intervensi terhadap komoditi yang mengalami kenaikan harga IPH utamanya beras dan cabai,” kata Sekda Buton.
 
Jenderal ASN ini pun menegaskan pada Instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah guna mengantisipasi lonjakan harga di pasar.
 
“Jadi salah satunya Langkah adalah perbanyak RPK di seluruh wilayah Kabupaten Buton,” katanya.
 
Rapat kembali digelar sore hari di Aula Kantor Bupati Buton di Takawa. “Kita lakukan adalah Penambahan RPK (Rumah Pangan Kita) di seluruh daerah terutama di Ibu Kota Pasarwajo, sehingga kita berikan kesempatan siapa saja yang mau membuka silahkan usaha agar harga beras bisa stabil, karena ikan kembung saat ini memang belum musimnya. Untuk menanam kita sekarang juga semua bergerak, namun itu jangka panjang. da Kita tanam sekarang panennya masih lama, sementara IPH ini setiap minggu di evaluasi,” jelasnya.
 
Kepala BPS Zablin, S.ST. mengungkapkan memang di pasar ada komoditi memang mengalami kenaikan harga. Tetapi ada harga-harga yang bisa diintervensi dalam jangka pendek ada juga yang panjang.
 
“Di kita ini yang bisa diintervensi dan tersedia penyediaannya adalah beras.
 
Mudah-mudahan dengan menciptakan pelaku baru, harga beras dapat terkendali. Karena beras merupakan komoditas yang konsumsinya sangat berpengaruh terhadap komoditi yang lain,”ungkapnya. (Red)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

cakraindonesia.co.id Copyright 2020 ©. All Rights Reserved.