Cakra Indonesia
NEWS TICKER

Presiden Jokowi dan Grand Syekh Al Azhar Promosikan Dialog Antariman di Istana Merdeka

Tuesday, 9 July 2024 | 8:57 pm
Reporter:
Posted by: admin
Dibaca: 36
Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan Grand Syekh Al Azhar, Prof. Ahmed Mohammed Ahmed Al-Thayeb, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 9 Juli 2024. Foto: BPMI Setpres/Vico

Cakraindonesia.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan Grand Syekh Al Azhar, Prof. Ahmed Mohammed Ahmed Al-Thayeb, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, (9/7/2024)

Kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian tur Grand Syekh ke Asia Tenggara yang juga mencakup Malaysia dan Thailand.

Dalam keterangannya usai mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa ini merupakan kunjungan ketiga Grand Syekh ke Indonesia, setelah kunjungan sebelumnya pada 2016 dan 2018, dengan tujuan utama untuk mempromosikan Islam moderat dan dialog antariman.

“Di dalam pertemuan tadi, Bapak Presiden menyampaikan bahwa kunjungan Grand Syekh ini dan kemudian nantinya—insyaallah pada September 2024—akan ada kunjungan Paus, membawa pesan yang sangat kuat mengenai pentingnya perdamaian dan toleransi,” ujar Menlu Retno, dilansir dari laman infopublik.id.

Presiden Joko Widodo membahas tiga hal penting dalam pertemuannya dengan Grand Syekh. Pertama, terkait hubungan antara Indonesia dan Mesir, khususnya dalam bidang pendidikan. Presiden menggarisbawahi bahwa 95 persen warga negara Indonesia (WNI) di Mesir adalah pelajar.

“Grand Syekh mengatakan bahwa pelajar Indonesia biasanya rata-rata dan beliau tidak pernah menerima keluhan dari mahasiswa Indonesia, yang berarti beliau mengatakan bahwa karakter dari mahasiswa Indonesia adalah baik,” ungkap Retno. Presiden Jokowi juga mendorong pembentukan Markaz Tatweer Al Azhar cabang Indonesia.

Isu kedua yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah mengenai pentingnya perdamaian dan toleransi. Presiden menyampaikan bahwa saat ini perang dan konflik terjadi di banyak tempat, termasuk di Gaza, sehingga penting bagi semua pihak untuk terus menyuarakan gencatan senjata permanen, mempermudah akses bantuan kemanusiaan, dan mewujudkan perdamaian segera.

“Grand Syekh sangat setuju dengan pandangan Bapak Presiden bahwa perang harus segera diakhiri dan perdamaian harus diwujudkan. Oleh karena itu, diperlukan persatuan di dunia ini, negara-negara dunia semua harus mendorong perdamaian di Gaza dan untuk bangsa Palestina, termasuk juga persatuan di antara negara-negara muslim,” jelas Retno.

Hal ketiga yang disampaikan Presiden Jokowi adalah pentingnya penguatan dialog antariman. Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dan toleransi adalah DNA Indonesia.

“Bapak Presiden menjelaskan mengenai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan bagaimana Indonesia terus mengikuti peran dan reputasi dari Al Azhar dalam mendorong toleransi dan moderasi. Bapak Presiden menekankan pentingnya upaya bersama untuk meningkatkan nilai toleransi dan perdamaian melalui dialog lintas agama guna mencegah tumbuh suburnya ekstremisme dan Islamophobia,” papar Menlu Retno.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H. Yahya Cholil Staquf, Ketua PP Muhammadiyah K.H. Saad Ibrahim, dan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Marsudi Syuhud.

 

Sumber: infopublik.id

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

cakraindonesia.co.id Copyright 2020 ©. All Rights Reserved.