Cakra Indonesia
NEWS TICKER

JMSI Sultra Ulas Berbagai Isu Jelang Pemilu 2024

Tuesday, 23 January 2024 | 7:57 am
Reporter: Redaksi
Posted by: admin
Dibaca: 88

Cakraindonesia.co.id, Kendari – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Dialog Politik bertema “Pemilu Damai dan Peran Media Massa,” di salah satu warkop di Kota Kendari, Sabtu (20/01/2023).

Dialog yang dipandu langsung Ketua JMSI Sultra Nasir Idris itu, menghadirkan sejumlah narasumber dari para politisi, akademisi, hingga penyelenggara pemilu.

Ada Ketua DPRD Provinsi Sultra, Abdurahman Shaleh, SH, M.Si, Rektor Universitas Haluoleo, Prof. Dr. Zamrun F, S.Si, M.Si, Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sultra Suprihaty Prawaty Nengtias, SP, MP, Koordiv Hukum dan Pengawasan Bawaslu Sultra H. Heri Iskandar, SM dan Anggota Komisi II DPR RI Ir. Hugua via Zoom Meeting.

Hadir pula perwakilan Polda Sultra, Perwakilan BINDA Sulawesi Tenggara, Ketua PJI Sultra Agussalim Patunru, Humas Tiran Group, H. La Pili, S.Pd, M.Pd dan tamu undangan lainnya.

Berbagai isu nasional jelang pemilihan Presiden-Wakil Presiden dan Legislatif diulas dengan tuntas dalam dialog tersebut.

Nasir Idris membeberkan beberapa isu jelang Pemilu 2024, mulai dari isu kecurangan hingga peran media nasional ternama yang berada di di belakang capres-cawapres.

Keberadaan media nasional di belakang capres-cawapres tentu memberikan dampak dalam pemberitaan terhadap masing-masing capres. Paslon nomor urus 1 misalnya, didukung oleh keberpihakan pemilik media, Surya Paloh yang merupakan pemilik Metro TV sekaligus Ketua Umum Partai Nasdem.

Sementara paslon nomor urut 2 salah satu pendukungnya adalah Partai Golkar. Abu Rizal Backrie selaku Ketua Dewan Pembina Partai Golkar juga memiliki media di antaranya TVOne, ANTV yang kepemilikannya kini berada di bawah Grup Bakrie (melalui PT Visi Media Asia Tbk).

Begitu pula capres nomor urut 3 juga didukung oleh Partai Perindo yang disokong oleh Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau yang akrab dipanggil Hary Tanoesoedibjo, yang merupakan pendiri sekaligus pemilik dari perusahaan konglomerat MNC Group.

“Ini jauh lebih kronis dari pada penyelenggara. Keberpihakan pemilik media ke salah satu paslon sudah berdampak ke jajaran dapur redaksi karena tekanan itu datang bagi pimpinan media. Banyak yang mundur dari jabatan karena tekanan politik, di sisi lain ada kepentingan ekonomi bagi perusahaan media itu sendiri,” beber Nasir Idris dalam sesi dialog.

Pun demikian, CEO Telisik.id ini menekankan bahwa peran media sangat penting dalam menciptakan suasana kondusif menjelang hari perhitungan suara.

Nasir menyebut, media di sini sangat sentral sehingga diharapkan dapat menyajikan berita-berita yang berimbang, serta yang terpenting dapat mengedukasi publik.

“Dialog politik ini memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang inklusif dan demokratis, seperti mendukung proses demokrasi, pendidikan politik, dan menjaga keharmonisan sosial di masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut, Nasir menyebut dialog politik yang digelar JMSI Sulawesi Tenggara tersebut sebagai upaya dalam mendorong partisipasi aktif warga dalam proses pengambilan keputusan.

“Ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyuarakan pandangan, kepentingan, dan aspirasi mereka,” terangnya.

“Pentingnya dialog politik ini tidak hanya pada saat pemilu, tetapi juga sepanjang waktu untuk membangun masyarakat yang kuat, inklusif, dan berdasarkan nilai-nilai demokrasi,” pungkas Nasir Idris. (Red)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

cakraindonesia.co.id Copyright 2020 ©. All Rights Reserved.