Cakra Indonesia
NEWS TICKER

Mustari Bicara Soal Pemberantasan Korupsi

Wednesday, 7 February 2024 | 8:26 am
Reporter: Redaksi
Posted by: admin
Dibaca: 465

Cakraindonesia.co.id, Buton – Korupsi masih menjadi musuh utama pemerintah saat ini. Hal itu karena dampaknya yang sangat buruk hampir di semua sektor. Di perekonomian misalnya, akan berdampak pada penurunan produktivitas, hingga melesuhkan pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah acap kali menggelar rapat koordinasi tentang pemberantasan korupsi. Salah satu yang didorong adalah pendidikan anti korupsi kepada generasi muda.

Hal itu guna menanamkan kesadaran kepada generasi muda akan dampak korupsi itu sendiri. Dengan pendidikan anti korupsi, generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan memberantas korupsi.

Seperti yang diikuti Pj Bupati Buton, La Ode Mustari, Selasa (6/2/2024) kemarin. Bertempat di Ruang Rapat VIP Kantor Bupati Buton, di Pasarwajo, Mustari mengikuti rapat koordinasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Mustari, turut didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Buton, Asnawi Jamaluddin, Inspektur Kabupaten Buton, Gandid B Sioni, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, Jufri, dan sejumlah dilegasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam giat tersebut, Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian, menekankan agar Pendidikan Anti Korupsi (PAK) terus digelar berkesinambungan. Menurutnya PAK penting digalakkan sejak dini. PAK merupakan salah satu kunci utama keberhasilan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Tito Karnavian berharap, PAK betul-betul dimasifkan guna memberikan kesadaran kepada generasi muda Indonesia akan bahaya serta dampak yang ditimbulkan korupsi. Ia yakin, pendidikan sejak usia dini akan sangat berpengaruh dalam mengimbangi upaya penindakan tindak pidana korupsi.

“Kita harapkan gerakan anti korupsi dapat betul-betul diterapkan sejak usia dini. Dan kami yakin, ini akan sangat berpengaruh dan akan mengimbangi upaya penindakan. Bahkan, penindakan mungkin tidak perlu terjadi,” ungkap Tito dalam rapat tersebut.

Tito Karnavian menyebut, lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anti korupsi dalam diri generasi muda khususnya anak-anak. Seorang anak, perlu yang dididik diberi pemahaman terkait dampat negatif dari korupsi.

Tito Karnavian menyarankan, kepada lembaga sekolah agar betul-betul memberikan pemahaman kepada anak didik terkait bahaya dari korupsi. Anak-anak wajib diajarkan bahwa korupsi itu merupakan suatu hal yang tabu karena memiliki dampak yang sangat buruk.

“Saran kami kepada teman-teman di sekolah, kalau ingin mendidik anak agar mereka paham gerakan anti korupsi itu. Ajarkan bahwa korupsi adalah sesuatu yang tabu, buruk, dan negatif. Itu harus ditanamkan kepada mereka bahwa melanggar itu (korupsi-red) adalah hal negatif,” ujarnya.

Pj Bupati Buton, La Ode Mustari, pun angkat bicara soal pemberantasan korupsi, khususnya di Kabupaten Buton. Kata dia, dalam membetuk pribadi yang anti korupsi, dibutuhkan sikap yang jujur. Dan hal itu perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.

Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah bagaimana pendidikan kepada anak terus berkesinambungan dilakukan. Dengan demikian, generasi muda Buton, akan memiliki kepribadian yang anti akan korupsi.

“Pendidikan Anti Korupsi ini harus dilakukan secara berkesinambungan untuk menimbulkan kesadaran pada generasi muda kita,” pungkasnya. (Red)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

cakraindonesia.co.id Copyright 2020 ©. All Rights Reserved.